Mengapa Psikolog Klinis harus memiliki STR?

Beranda / Informasi IPK Indonesia / Mengapa Psikolog Klinis harus memiliki STR?

Berdasarkan UU RI No. 36 Tahun 2014 tentang tenaga kesehatan, psikolog klinis merupakan bagian dari tenaga kesehatan (pasal 11 ayat 1) sehingga harus memiliki STR (Surat Tanda Registrasi) yang diberikan oleh Majelis Tenaga Kesehatan Indonesia (pasal 44 ayat 1). STR menjadi syarat untuk pengajuan Surat Ijin Praktik (SIP) dari dinas kesehatan setempat. Psikolog klinis yang menjalankan praktik tanpa memiliki STR dapat dikenakan sanksi pidana (pasal 85 ayat 1).

Psikolog klinis yang memiliki STR menjadi tenaga kesehatan yang dilindungi hukum dalam menjalankan praktik profesinya sepanjang melaksanakan tugas sesuai dengan standar profesi, standar pelayanan profesi dan standar prosedur operasional (pasal 57).

Ketentuan tentang kewajiban kepemilikan STR bagi tenaga kesehatan Indonesia dapat diunduh berikut ini : UU No. 36 Th 2014 ttg Tenaga Kesehatan

Tulisan Lainnya

Workshop Basic Dance Movement Therapy IPK Indonesi... Dalam rangka peningkatan kompetensi anggota, IPK Indonesia Wilayah Jawa Tengah telah mengadakan Workshop Basic Dance Movement Therapy di penghujung ta...
Sumpah Profesi IPK Indonesia Wilayah Jawa Tengah B... Pada penghujung tahun 2018 tepatnya tanggal 16 Desember 2018, IPK Indonesia Wilayah Jawa Tengah kembali menyelenggarakan Sumpah profesi bagi psikolog ...
Peluncuran Situs Jurnal Psikologi Klinis Indonesia Ikatan Psikolog Klinis meluncurkan situs Jurnal Psikolog Klinis Indonesia (JPKI) yang beralamat di https://jurnal.ipkindonesia.or.id/. Hal ini merupak...
Pelaksanaan Webinar Medical Psychology di IPK Indo... IPK Indonesia bekerjasama dengan PPSDM Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melalui Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan, melaksanakan W...
Seminar Series IPK Wilayah Aceh : Kepuasan Pernika... Setelah sukses dengan seminar series pada bulan Maret dan bulan september  lalu, kini Ikatan Psikolog Klinis(IPK)-Indonesia Wilayah Aceh kembali menye...