Psikoedukasi Covid-19 : Tips Hindari Panik Menghadapi di Masa Pandemi Covid-19

Psikoedukasi Covid-19 : Tips Hindari Panik Menghadapi di Masa Pandemi Covid-19

Psikoedukasi COVID-19
Dalam rangka memberikan dukungan psikologis kepada masyarakat Indonesia yang sedang menghadapi wabah pandemi Covid-19, anggota psikolog klinis dari berbagai wilayah akan memberikan psikoedukasi singkat.  Berikut ini adalah tips untuk menghindari kepanikan di masa pandemi COVID-19 oleh Sarwendah Indrarani, M.Psi., Psikolog dari IPK Indonesia Wilayah Kalimantan Timur. Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Indonesia juga menyediakan berbagai sumber daya yang dimiliki (termasuk konseling daring gratis) untuk menjaga kesehatan mental masyarakat Indonesia selama masa pandemi COVID-19 di https://covid19.ipkindonesia.or.id/ atau https://ipk.bz/covid19  
Baca Selengkapnya

Audio Panduan Relaksasi Meredakan Stres Pikiran dan Tubuh di Masa Pandemi COVID-19

Psikoedukasi COVID-19
Dalam rangka memberikan dukungan psikologis kepada masyarakat Indonesia yang sedang menghadapi wabah pandemi Covid-19, anggota psikolog klinis dari berbagai wilayah akan memberikan berbagai informasi psikoedukasi maupun materi untuk psikoterapi secara mandiri. Audio Panduan Relaksasi Meredakan Stres Pikiran dan Tubuh ini dibuat oleh Danang Setyo Baskoro, M.Psi., Psikolog dan disulih suara kembali oleh Gones Saptowati, M.A., Psikolog Audio ini dapat digunakan untuk mengatasi kecemasan dalam masa Pandemi COVID-19, mohon tidak mendengarkan audio ini sambil menyetir atau melakukan kegiatan yang membutuhkan konsentrasi penuh. Audio Panduan Relaksasi Meredakan Stres Pikiran dan Tubuh - Suara Perempuan Audio Panduan Relaksasi Meredakan Stres Pikiran dan Tubuh - Suara Laki-Laki   Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Indonesia juga menyediakan berbagai sumber daya yang dimiliki (termasuk konseling daring gratis) untuk menjaga kesehatan mental masyarakat Indonesia selama masa pandemi COVID-19…
Baca Selengkapnya
Psikoedukasi Covid-19 : Berduka di Masa Pademi

Psikoedukasi Covid-19 : Berduka di Masa Pademi

Psikoedukasi COVID-19
Dalam rangka memberikan dukungan psikologis kepada masyarakat Indonesia yang sedang menghadapi wabah pandemi Covid-19, anggota psikolog klinis dari berbagai wilayah akan memberikan psikoedukasi singkat. Berikut ini adalah tips mengelola rasa duka di masa pandemi COVID-19 oleh Dr. Rena Latifa, M.Psi., Psikolog dari IPK Indonesia Wilayah Jakarta. Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Indonesia juga menyediakan berbagai sumber daya yang dimiliki (termasuk konseling daring gratis) untuk menjaga kesehatan mental masyarakat Indonesia selama masa pandemi COVID-19 di https://covid19.ipkindonesia.or.id/ atau https://ipk.bz/covid19  
Baca Selengkapnya
Pernyataan Bersama Persatuan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) dan Ikatan Psikolog Klinis Indonesia (IPK Indonesia) 9 Maret 2020

Pernyataan Bersama Persatuan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) dan Ikatan Psikolog Klinis Indonesia (IPK Indonesia) 9 Maret 2020

Pernyataan IPK Indonesia
Dengan banyaknya kasus terkait kesehatan jiwa dengan berbagai manifestasi perilaku dan kejadian yang muncul di masyarakat akhir-akhir ini; bersama ini Persatuan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) dan Ikatan Psikolog Klinis Indonesia (IPK Indonesia) yang selama ini telah berkolaborasi dan berpartisipasi aktif untuk membantu pemerintah dalam upaya mewujudkan kesehatan jiwa dan kesejahteraan psikologis masyarakat Indonesia menyatakan : Keprihatinan yang mendalam dan perlunya dilakukan langkah-langkah baik prevensi maupun penanganan yang bersifat kuratif maupun rehabilitatif secara komprehensif. Bahwa terjadinya masalah/gangguan perilaku dan gangguan kejiwaan merupakan proses kontinum panjang mulai dari proses konsepsi, kehamilan, pengasuhan, pendidikan dan pengalaman diri sepanjang rentang usia; termasuk faktor lingkungan sosial yang memegang peran penting. Predisposisi intrinsik dan pengalaman masa kecil yang buruk/tidak menyenangkan (Adverse Childhood Experience) melandasi terbentuknya ketidakstabilan emosi dan kepribadian yang rentan. Adanya aspek neurobiologi…
Baca Selengkapnya