Pernyataan Bersama Persatuan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) dan Ikatan Psikolog Klinis Indonesia (IPK Indonesia) memperingati Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia 2020

Pernyataan Bersama Persatuan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) dan Ikatan Psikolog Klinis Indonesia (IPK Indonesia) memperingati Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia 2020

Informasi IPK Indonesia
Pernyataan Bersama “Masyarakat Peduli, Bunuh Diri Bisa Dicegah” Lebih dari 800.000 orang di dunia meninggal karena bunuh diri setiap tahunnya, yang berarti 1 orang bunuh diri setiap 40 detik (International Association for Suicide Prevention / IASP, 2020). Angka ini tidak berhenti di sini, karena orang-orang terdekat dari orang yang meninggal karena bunuh diri adalah kelompok berisiko tinggi untuk melakukan percobaan bunuh diri akibat trauma kehilangan, stigma yang terasosiasi dengan kehilangan ini, juga karena potensi masalah keluarga / lingkungan yang serupa serta adanya peniruan sosial (social modelling). Kondisi pandemi Covid-19 yang cukup panjang memunculkan beragam masalah kesehatan mental. Berdasarkan data dari 14.619 individu yang mendapatkan penanganan dari psikolog klinis anggota Ikatan Psikolog Klinis Indonesia (IPK-Indonesia), 4 masalah yang paling banyak ditemui adalah kesulitan belajar, kecemasan, stress, dan gangguan mood antara lain…
Baca Selengkapnya
Pernyataan Bersama Persatuan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) dan Ikatan Psikolog Klinis Indonesia (IPK Indonesia) 9 Maret 2020

Pernyataan Bersama Persatuan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) dan Ikatan Psikolog Klinis Indonesia (IPK Indonesia) 9 Maret 2020

Pernyataan IPK Indonesia
Dengan banyaknya kasus terkait kesehatan jiwa dengan berbagai manifestasi perilaku dan kejadian yang muncul di masyarakat akhir-akhir ini; bersama ini Persatuan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) dan Ikatan Psikolog Klinis Indonesia (IPK Indonesia) yang selama ini telah berkolaborasi dan berpartisipasi aktif untuk membantu pemerintah dalam upaya mewujudkan kesehatan jiwa dan kesejahteraan psikologis masyarakat Indonesia menyatakan : Keprihatinan yang mendalam dan perlunya dilakukan langkah-langkah baik prevensi maupun penanganan yang bersifat kuratif maupun rehabilitatif secara komprehensif. Bahwa terjadinya masalah/gangguan perilaku dan gangguan kejiwaan merupakan proses kontinum panjang mulai dari proses konsepsi, kehamilan, pengasuhan, pendidikan dan pengalaman diri sepanjang rentang usia; termasuk faktor lingkungan sosial yang memegang peran penting. Predisposisi intrinsik dan pengalaman masa kecil yang buruk/tidak menyenangkan (Adverse Childhood Experience) melandasi terbentuknya ketidakstabilan emosi dan kepribadian yang rentan. Adanya aspek neurobiologi…
Baca Selengkapnya
Peran IPK Indonesia Wilayah Jateng dalam Peringatan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia Di RSJD Surakarta

Peran IPK Indonesia Wilayah Jateng dalam Peringatan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia Di RSJD Surakarta

IPK Jawa Tengah, IPK Wilayah, Kegiatan IPK Indonesia
Dalam upaya mendukung program Gubernur Jawa Tengah terkait pelayanan kesehatan yakni Program Hospital Without Wall yang difokuskan pada pelayanan prevensi yang menjangkau siswa SMA/SMK dan untuk memperingati Hari Kesehatan Jiwa Sedunia, maka RSJD dr. Arif Zainudin Surakarta mengadakan kegiatan seminar sehari dan lomba kreatifitas remaja. Adapun teman yang diusung dalam kegiatan yang diselenggarakan tanggal 5 Nopember 2019 adalah Sahabat Remaja Cegah Depresi. Remaja sebagai penerus perjuangan bangsa. Harapan tertinggi akan diserahkan kepada remaja. Remaja yang sehat cerdas dan berbudaya merupakan harapan bangsa. Sehat jiwa dan raga menjadi pondasi utama untuk melanjutkan perjuangan. Kehidupan di era modern yang dihadapi para remaja saat ini tidaklah ringan. Banyak remaja yang mengalami dilema. Banyak depresi melanda remaja. Dimasa yang bergejolak masa puber, bila mengalami depresi sangatlah rawan untuk mencoba melakukan bunuh diri sebagai jalan…
Baca Selengkapnya