Penerapan Teknologi Chatbot dalam Layanan IPK Indonesia

Penerapan Teknologi Chatbot dalam Layanan IPK Indonesia

Informasi IPK Indonesia
Seiring dengan kemajuan teknologi, IPK Indonesia menerapkan teknologi chatbot dalam layanan pemberian informasi baik kepada anggota maupun non anggota. Chatbot adalah suatu sistem yang dirancang dengan kecerdasan buatan untuk dapat bercakap-cakap secara otomatis melalui berbagai media seperti web, atau aplikasi pesan. Chatbot mulai banyak digunakan karena keterbatasan sumber daya manusia untuk melayani tanya jawab secara live (langsung) dalam 24 jam non stop. Keberadaan chatbot akan membantu suatu organisasi yang memiliki anggota yang besar dalam memberikan informasi dan melayani tanya jawab tanpa harus memiliki banyak petugas. Chatbot IPK Indonesia bernama SARI (Sistem Auto Respons IPK Indonesia), mulai hari ini SARI ditugaskan untuk berjaga di 3 saluran layanan informasi IPK Indonesia yaitu web, telegram dan FB Messenger. SARI di web : https://ipkindonesia.or.id/  (klik tanda percakapan di kiri bawah situs) SARI di telegram…
Baca Selengkapnya
Standar Waktu Layanan Administrasi IPK Indonesia (Formulir A dan B)

Standar Waktu Layanan Administrasi IPK Indonesia (Formulir A dan B)

Informasi IPK Indonesia
IPK Indonesia telah meluncurkan formulir A (1 April 2018) dan formulir B (1 Juli 2018) SIMAK IPK untuk menciptakan lingkungan administrasi keanggotaan yang transparan, efektif, efisien dan akuntabel. Kedua formulir tersebut telah terbukti membantu proses adminitrasi baik bagi petugas administrasi maupun bagi anggota IPK Indonesia (lihat statistik di bawah ini). IPK Indonesia berkomitmen untuk bekerja keras menjaga kinerja dalam melayani anggota IPK Indonesia sejalan dengan salah satu fungsi dari organisasi profesi. Salah satu upayanya adalah adanya standar waktu layanan administrasi. Aplikasi SIMAK Pengurus pun sudah dirancang sedemikian rupa untuk mendukung upaya tersebut dengan adanya tenggat waktu yang harus dipenuhi oleh setiap petugas administrasi. Adapun alur proses administrasi dan standar waktu layanan masing-masing formulir A dan B adalah sebagai berikut : Standar waktu layanan administrasi ini menjamin adanya kepastian waktu administrasi…
Baca Selengkapnya
Salinan KTA IPK Baru Bagi Anggota Lama IPK Indonesia (Pemutihan)

Salinan KTA IPK Baru Bagi Anggota Lama IPK Indonesia (Pemutihan)

Informasi IPK Indonesia
Ikatan Psikolog Klinis Indonesia mengundang seluruh anggota IPK yang berprofesi sebagai psikolog klinis dan memiliki nomor anggota IPK tetapi belum memiliki akun SIMAK IPK untuk mendapatkan salinan KTA IPK Baru di SIMAK IPK Indonesia. Kebijakan pemutihan ini dilakukan dalam rangka masa transisi administrasi keanggotaan manual ke online (SIMAK IPK) di tahun 2018 dengan batas waktu adalah 30 November 2018 (*diperpanjang sampai 31 Januari 2019). Anggota lama IPK Indonesia yang belum mendapatkan salinan KTA IPK baru setelah batas waktu tersebut harus mengikuti prosedur pendaftaran yang telah ditentukan bagi anggota baru IPK Indonesia. Hal yang harus dilakukan bagi Anggota IPK yang belum mendapatkan akun SIMAK IPK : Silakan mengisi formulir A di https://simak.ipkindonesia.or.id/formulir/ dan memilih keperluan LAIN-LAIN. Isilah formulir tersebut, unggah bukti identitas yaitu  KTP/KTA HIMPSI/KTA IPK Lama (salah satu saja). Isi…
Baca Selengkapnya
Implementasi Teknologi Kode QR (Quick Response) di IPK Indonesia

Implementasi Teknologi Kode QR (Quick Response) di IPK Indonesia

Informasi IPK Indonesia
Teknologi Kode QR (Quick Response) atau QR Code merupakan pengembangan dari barcode (kode batang) yang telah digunakan secara luas untuk berbagai keperluan. Kode QR merupakan  kode matriks yang diperkenalkan pertama kali oleh perusahaan Jepang Denso-Wave pada tahun 1994. Keunggulan teknologi kode QR adalah dapat memuat data yang panjang dibandingkan barcode dan dapat dibaca secara cepat dengan aplikasi pembaca kode QR  di smartphone. Kode QR mempermudah orang untuk mengakses data secara cepat tanpa perlu menuliskan data tersebut. Contoh implementasi penerapan kode QR yaitu : identifikasi produk, validasi dokumen, pranala akses ke situs web/sumber di internet, penyimpan data kontak atau kartu virtual,  dan yang terbaru adalah sebagai alat pembayaran. Saat ini, IPK Indonesia mulai mengimplementasikan teknologi kode QR sebagai validasi dokumen-dokumen penting, pranala ke kartu virtual anggota ipk, dan penyimpanan data kontak…
Baca Selengkapnya